Sabtu, 25 Agustus 2018

Mengalah solusi terbaik

Assalamualaikum wr. wb.

Dalam berinteraksi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari, kita tentu terkadang terlibat Dalam suatu masalah yg cukup pelik, seperti perbedaan pendapat Dalam mengatasi sesuatu, atau lainnya. Hal yg terjadi tersebut seringkali menimbulkan pertikaian yg berujung pada permusuhan yg sangat merugikan. Dalam hal ini, Islam mengajarkan umatnya agar memiliki sifat mengalah. Ini adalah salah satu sifat terpuji yg akan menghindarkan umat Islam dari pertikaian.

Selain itu, ada pula
Keutamaan Orang Yg Mau Mengalah Dalam Islam yg akan menyempurnakan keimanan kita.
Keutamaan orang yang mau mengalah.
Perintah untuk mengalah
Sebagaimana sudah disinggung di awal bahwa mengalah adalah salah satu sifat terpuji dimana sebaiknya menjadi hal yg diperhatikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Mengenai perintah & pahala bagi orang yg mau mengalah, Islam secara tegas telah mengaturnya.

Dasar dari keutamaan orang yg mau mengalah, salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW, yg artinya barang siapa yg menginginkan sesuatu, lalu ia menolak syahwatnya & mengalah terhadap dirinya, maka (dosa)nya diampuni (HR. Ibnu Hibban).
Dari hadis tersebut, kita bisa membaca bahwa mengalah adalah salah satu perbuatan utama yg senantiasa diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, dari sabda beliau, dapat dilihat bahwa seseorang yg mengalah akan mendapatkan keutamaan berupa pengampunan pada sebagian dosanya. Hal ini dikarenakan mengalah dengan menolak syahwat sendiri, bukanlah merupakan hal yg sederhana & mudah untuk dilakukan.

Oleh karena itu, untuk memperoleh keutamaan orang yg mau mengalah, kita harus senantiasa berusaha & terus memupuk keimanan dengan sebaik-baiknya.

Contoh Dari Kaum Anshar
Berkaitan dengan pembahasan mengenai sifat mengalah yg termasuk Dalam salah satu sifat terpuji yg harus senantiasa dimiliki oleh setiap muslim, kita bisa belajar dari kaum Anshar.
Kaum Anshar adalah salah satu kaum terbaik yg hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW & dengan teguh menerapkan hukum-hukum Islam dengan sangat baik. Allah SWT berfirman :

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﺒَﻮَّﺀُﻭﺍ ﺍﻟﺪَّﺍﺭَ ﻭَﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻬِﻢْ ﻳُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﻣَﻦْ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺻُﺪُﻭﺭِﻫِﻢْ ﺣَﺎﺟَﺔً ﻣِﻤَّﺎ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﻭَﻳُﺆْﺛِﺮُﻭﻥَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻬِﻢْ ﺧَﺼَﺎﺻَﺔٌ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻮﻕَ ﺷُﺢَّ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Dan orang-orang yg telah menempati kota Madinah & telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yg berhijrah kepada mereka (Muhajirin). & mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan Dalam hati mereka terhadap apa-apa yg diberikan kepada mereka (Muhajirin); & mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka Dalam kesusahan. & siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yg beruntung” [1]
Ayat di atas bercerita tentang pribadi kaum Anshar yg berusaha untuk tidak selalu menuruti apa yg menjadi keinginannya Dalam hal ini menerapkan sikap mengalah. Ketika mereka berpendapat bahwa tidak ada suatu kebaikan yg didapatkan dari memaksakan kehendak, maka mengalah adalah hal yg lebih utama untuk dilakukan.

Ini merupakan cerminan dari akhlak terpuji dari kaum Anshar dimana meskipun mereka membutuhkan sesuatu, namun mereka tidak memaksa. Islam pun senantiasa mengajarkan umatnya bahwa memaksa & memaksakan kehendak adalah hal yg buruk & sebaiknya tidak dilakukan.

Mendapatkan ketenangan hidup & melatih kesabaran
Selain penjabaran di atas, keutamaan orang yg mau mengalah yg lain adalah mereka akan mendapatkan sebuah ketenangan hidup. Tentu, Dalam kehidupannya, manusia ingin senantiasa mendapatkan ketenangan yg menempatkan mereka jauh dari masalah. Masalah sering muncul ketika kita berharap pada selain Allah SWT & memaksakan kehendak meskipun sebenarnya kita belum pantas & belum mampu.

Oleh karena itu, dengan a&ya sikap mengalah pada diri kita, tentu saja kita bisa mawas diri untuk senantiasa mencari prioritas akan apa yg harus dilakukan Dalam kehidupan. Dengan selalu menanamkan bahwa ada kebahagiaan lain selain dari apa yg kita inginkan, kehidupan kita akan senantiasa tenang & tenteram.

Di sisi lain, keutamaan orang yg mau mengalah adalah ia akan belajar bagaimana cara terbaik untuk sabar. Dalam hal ini, sebagai umat Islam, tentu kita paham bahwa sabar adalah bagian dari ibadah. Allah SWT akan sangat mencintai orang yg mau mengalah & bersabar atas apa yg se&g terjadi pada dirinya, baik ketika senang maupun sedih.

Beberapa penjelasan kajian islam mengenai keutamaan orang yg mau mengalah di atas dapat menjadi bahan introspeksi diri bagi kita umat muslim sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar