Salah satu anugerah dari Allah atas hambaNya yakni dengan menyediakan pahala yang sangat besar bagi sholat berjamah. Pahala yang bermula sejak dari terpautnya hati dengan masjid, dilanjutkan dengan derap langkah kaki menuju masjid untuk mendirikan sholat berjamaah hingga seorang hamba selesai melaksankan sholat berjamaah.
Sholat berjamaah adalah termasuk diantara amal yang pahalanya sudh diberikan bagi seorang hamba sebelum ia mengerjakannya. Hal ini dikarenakan jejak langkah orang yang berjalan ke masjid untuk sholat berjamaah sudh dicatat (berpahala), bahkan malaikat saling berebut untuk dapat mencatatnya. Termasuk berjalan menuju masjid untuk sholat berjamaah.
Ia akan mendapat anugerah dari Allah mendapat jaminan hidup dan mati dalam kebaikan. Karena berjamaah, ia termasuk diantara amal yang karena keburukannya dihapus dan derajatnya ditinggikan. Keutamaan ini tidak diberikan pada saat seseorang yang pergi ke masjid, tetapi juga perjalanan pulang dari masjid.
Beberapa hadist yang akan menyebutkan kisah-kisah berikut ini:
1. Dicatatnya langkah kaki ke masjid
Nabi menjelaskan bahwa sesungguhnya langkah-langkah kaki seorang muslim menuju masjid adalah sebagai kebajikan. Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata:
“Bani Salimah ingin pindah ke dekat masjid.” Ia berkata, “(masih ada) lahan kosong.” (Kabar) itu sampai kepada Nabi, beliau bersabda, “Wahai bani Salamah, (tetaplah kalian tinggal) di rumah-rumah kalian (yang sekarang) niscaya langkah-langkah kaki kalian akan dicatat sebagai kebajikan”. “(Demi mendengar itu ) Bani Salimah berkata, “Tidaklah membahagiakan kami seandainya kami terlanjur pindah”
(HR.Muslim)
Imam Nawawi di dalam Syarah-nya menjelaskan sabda Nabi. “Maksudnya tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian, karena banyaknya jejak dan langkah kalian menuju masjid (sebagai kebajikan)”
2. Berebutnya Para Malaikat untuk Mencatat Amal Berjalan Menuju Sholat Jamaah.
Imam Turmudzi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata,
Rosullulah bersabda, “Rabb-ku, tadi malam mendatangiku dalam sebaik-baik rupa.” Ibnu Abbas berkata , ” Aku kira beliau mengatakan, “dalam tidurku”. Dia berkata, “Wahai Muhammad, tahukah kamu apa yang diperebutkan para malaikat?” Beliau menjawab, ” Tidak”. Beliau berkata, “Maka Dia letakkan tangan-Nya diantara kedua pundakku sampai aku merasakan kesejukannya di dadaku” atau beliau berkata, “di dada atasku, maka seketika aku mengetahui apa-apa yang di langit dana apa-apa yang dibumi.” Dia berkaa “Wahai Muahammad, tahukah kamu apa diperebutkan para malaikat ?”. Aku menjawab , ” Ya, (mereka memperenutkan) kaffarat. Dan kaffarat adalah; berdiam di masjid setelah sholat, berjalan kaki menuju shoat berjamaah, dan menyempurnakan wudhu pada saat makarih.*. Dan siapa yang melaksankan ketiga perkara tersebut, maka ia akan hidup dan mati dalam kebaikan. Dan dari dosanya bagaikan hari dimana ia dilahirka ibunya. (HR.Turmudzi)
3. Berjalan Menuju Sholat Jamaah adalah Diantara Sebab Diperolehnya Jaminan Hidup dan Mati Dalam Kebaikan.
Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadits diatas: “Dan barang siapa mengerjakan itu- maksudnya adalah 3 amalan yang disebutkan dalam hadits yang diantaranya adalah berjalan menuju shalat berjamaah – niscaya dia hidup dan mati daa kebaikan.” (HR.Turmudzi)
4. Berjalan Menuju Shalat Jamaah adalah Diantara Sebab Dihapuskannya Kesalahan-kesalahan dan Ditinggikan Derajat
Telah disebukan dalam hadist yang lalu,
“dan dia (maksudnya orang yang berjalan menuju shalat jamaah,pent) dari dosa-dosa adalah seperti hari dimana dia dilahirkan ibunya)”. (HR.Turmudzi) .
Terdapat beberapa hadist lain, diantaranya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasullullah bersabda,
“Maukah kalian aku tunjukan amalan yang dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa dan meninggikan derajat?.” Mereka menjawab, ” Tentu, wahai Rosullulah.” Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat yang dibenci (‘ala al-makaarih), berjala ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itu adalah ribath.”
(HR.Muslim)
Makna asli dari kata ribath, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu al-Atsir- adalah tinggal dalam keadaan siap siaga untuk berperang melawan musuh, menambatkan kuda dan memepersiapkannya.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amru ia berkata Rosullulah bersabada,
“Barang siapa yang pergi ke masjid dimana di dalamnya ditegakkan shalaa jamah maka sau langkah ditulis baginya sebuah kebaikan; saat pergi dan pulangnya”.
(HR.Ahmad)
5. Pahala Orang Yang Keluar Untuk Shalat Fardhu dalam Keadaan Sudh Ber-Thaharah adalah Semisal Pahala Haji.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud dari Abu Umamah, ia berkata, Rosullulah bersabda, “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan sudh bersuci menuju sholat wajib maka pahalanya semisal dengan pahala orang yang menunaikan haji.” (HR.Ahmad dan Abu Daud)
6. Orang yang Keluar untuk Sholat Berjamaah Mendapat Jaminan Allah
Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Umamah RA dari Rosulullah, beliau bersabda, “Tiga orang yang kesemuanya dijamin oleh Allah; orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah maka dia dijamin oleh Allah, sehingga dia wafat maka Allah akan memasukkannya ke surga atau Allah memulangkannya dengan pahala dan ghanimah, orang yang pergi ke masjid dia dijamin oleh Allah sehingga dia wafat maka Allah akan memasukkannya ke surga atau Allah memulangkannya dengan pahala dan ghanimah, dan orang yang masuk ke rumahnya dengan salam maka dia dijamin oleh Allah”. (HR.Abu Daud)
7. Orang yang Pergi untuk Sholat adalah Sedang Sholat Sehingga Ia Kembali ke Rumahnya.
Imam Daud meriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah, ia berkata, “Bahwa Rasullulah bersabda, ” Apabila salah seorang dari kamu berwudhu dengan sempurna kemudian ia pergi ke masjid maka janganlah ia mendekapkan jari-jarinya, karena sesungguhnya ia sedang shalat.” (HR.Abu Daud)
Bukan hanya perginy saja yang dihitung demikian, api juga dihitung sedang dalam sholat dalam perjalanan kembali ke rumahnya. Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan di dalam shahihnya dari Abu Hurairah, ia berkata, “Abu Al-Qasim Rasulullah bersabda, ” Apabila salah seorang dari kamu berwudhu di rumahnya lalu ia datang ke masjid maka ia sedang dalam shalat sampai ia kembali”.,… (HR.Ibnu Khuzaimah)
8. Kabar Gembira akan Cahaya Yang Sempurna di Hari Kiamat Bagi Orang Ynag berjalan di dalam Kegelapan (untuk Shalat Berjamaah).
Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad al-Sa’idi, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Hendaknya orang-orang yang selalu dalam kegelapan menuju masjid bergembira karena kelak mereka aka diberikan cahaya yang sempurna di hari kiama.” (HR. Ibnu Majah)
Imam Abu Daud meriwatkan dari Buraidah, ia berkaa, Rasulullah bersabda, “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang selalu berjalan ke masjid di dalam kegelapan bahwa mereka akan diberi cahaya yang sempurna di hari kiamat nanti”.
9. Allah Menyiapkan Tempat di Surga Bagi Siapa yang Pergi dan Pulang dari Masjid
Diantara dalil yang menunjukkan keutamaan berjalan ke masjid adalah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dari Nabi berabda,
“Barang siapa yang pergi dan pulang dari Masjid maka Allah telah menyiapkan untuknya tempat di surga setiap kali ia pergi atau pulans
Bacaan Sumber; Dari.Fadhl Ilahi, Mengapa Harus Shalat Jamah?, Menyingkap Keutamaan dan Rahasia Dibalik Shalat Jamah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar