Sabtu, 09 Februari 2019

11 Cara Mencegah dan Menghindari Penipuan Online Shop



Meski sudah memakan banyak korban, bukan berarti kita tidak bisa mencegah adanya penipuan secara online tersebut. Salah satu caranya adalah dengan selalu bersikap waspada dan selektif dalam memilih toko online untuk berbelanja secara online. Selain itu, sikap waspada dan pengetahuan yang cukup khususnya dalam bertransaksi dengan kartu kredit secara aman mutlak harus Anda kuasai.
Di Indonesia, penggunaan kartu kredit sudah lazim untuk digunakan seiring dengan semakin meningkatnya merchant dan toko online yang melayani transaksi barang dan jasa secara online. Dalam bertransaksi, Anda perlu memperhatikan modus yang biasa dilakukan dalam penipuan berkedok online. Bagaimana caranya? Simak beberapa tips berikut ini.

Baca Juga: Hukum Pacaran Dalam Islam

1. Jangan Tergiur dengan Barang yang Murah

Jangan Tergiur Harga Murah via blogspot.com

 

Salah satu strategi penipu untuk memancing korbannya adalah dengan memasang harga barang yang sangat murah daripada harga yang ada di pasaran. Apabila Anda akan berbelanja online dan menemukan suatu toko online yang memasang harga murah, maka Anda wajib untuk tidak mudah tergiur dengan apa yang dipromosikan.
Akan lebih baik lagi jika Anda memilih toko online yang memang sudah terpercaya sehingga transaksi yang Anda lakukan benar-benar tidak berisiko. Apalagi kini juga sudah tersedia situs polisionline.com yang bisa Anda jadikan acuan untuk memilih toko online, jika nantinya terjadi penipuan oleh pihak toko online maka pihak polisionline lah yang akan bertanggung jawab karena mereka bertugas untuk memverifikasi toko online yang sudah terdaftar.

2. Simpan dengan Baik Segala Bukti dan Transaksi

Jangan pernah membuang segala bukti yang berkaitan dengan transaksi seperti bukti percakapan melalui SMS atau juga bukti transfer Anda. Agar lebih aman sebaiknya Anda menyimpan segala bukti tersebut hingga barang yang Anda pesan sudah berada di tangan Anda. Hal ini bertujuan untuk berjaga-jaga apabila seandainya Anda menjadi korban penipuan.

3. Jangan Berpatokan pada Testimoni

Jangan Mengandalkan Testimoni
Jangan Mengandalkan Testimoni via health.com
Dahulu, melihat testimoni milik sebuah toko online bisa menjadi acuan Anda ketika akan memilih toko online. Namun sepertinya hal ini tidak berlaku lagi saat ini. Oknum-oknum penipuan sekarang semakin pintar dalam mengelabui para korbannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya korban penipuan karena mereka terlena dengan testimoni palsu si penipu.
Download Gratis Ebook

4. Minta Foto Barang Asli

Dalam beberapa kasus penipuan terdapat berbagai cara dan trik yang dilakukan oleh penipu. Salah satu trik si penipu adalah dengan mengirim barang yang tidak sesuai dengan aslinya, bahkan dalam beberapa kasus si penipu tersebut tidak mengirimkan barang yang di pesan dan hanya mengirimkan kardus kosong kepada si pembeli.
Untuk menghindari hal tersebut, sangat penting bagi Anda untuk memeriksa gambar barang yang akan Anda beli karena bisa saja penipu tersebut mengambil gambar dari Google. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu meminta foto barang yang akan Anda beli lebih dari satu.

5. Selalu Utamakan COD (Cash on Delivery)

Usahakan Melakukan COD
Usahakan Melakukan COD via wordpress.com
Ketika Anda akan membeli sebuah barang, usahakan selalu Anda mencari toko atau penjual online yang dekat dengan lokasi Anda. Mengapa Demikian? Supaya Anda bisa melakukan transaksi secara COD (Cash on Delivery) atau transaksi langsung dengan bertemu si penjual, dengan demikian Anda bisa mengecek langsung barang yang Anda beli sekaligus meminimalkan tindak penipuan.

6. Menggunakan Jasa Pihak Ketiga

Jika memang melakukan COD tidak memungkinkan bagi Anda, maka sebaiknya Anda menggunakan jasa pihak ketiga untuk memfasilitasi transaksi Anda dengan penjual. Pihak ketiga yang dimaksud di sini adalah jasa Rekening Bersama atau yang biasa kita sebut dengan Rekber. Jasa rekber nantinya akan berfungsi untuk menjaga transaksi kita tetap aman, namun tentu saja dalam menggunakan jasa ini Anda perlu mengeluarkan sedikit biaya.
Rekber akan membuat Anda tenang dalam melakukan transaksi karena uang yang Anda transfer ke pihak penjual nantinya akan ditahan dulu oleh pihak rekber dan uang tersebut akan dicairkan kepada penjual apabila pembeli sudah menerima barang yang dibeli dan mengeceknya.

Baca Juga: Apa Itu Rekening Bersama? Ini penjelasannya

7. Meminta Nomor Resi Pengiriman

Mintalah Resi Pengiriman Pesanan Anda
Mintalah Resi Pengiriman Pesanan Anda via momycozy.com
Nomor resi adalah bukti nomor barang yang akan dikirimkan kepada Anda melalui jasa ekspedisi pengiriman barang. Jika barang yang Anda beli memang telah dikirim maka tidak akan ada alasan bagi penjual untuk tidak menunjukan nomor resi pengiriman kepada Anda. Ketika Anda meminta nomor resi pengiriman namun sang penjual tidak mau memberikan nomor resi tersebut, maka Anda wajib mencurigai penjual tersebut sebagai penipu karena perilaku tersebut juga merupakan ciri-ciri seorang penipu.
Biasanya penipu akan berdalih dengan sejuta alasan untuk mengulur-ulur waktu pengiriman resi lalu akhirnya menghilang. Apabila pada akhirnya nomor resi telah dikirimkan kepada Anda maka ada baiknya Anda selalu mengecek secara berkala nomor resi tersebut di website jasa ekspedisi tersebut karena bukan tidak mungkin penjual akan membatalkan pengiriman keesokan harinya.

8. Minta Rekomendasi Rekan Anda

Meminta rekomendasi rekan atau kerabat Anda yang sudah berpengalaman dalam berbelanja online juga bisa Anda lakukan. Dengan begitu rekan atau kerabat Anda tersebut akan memberitahukan kepada Anda mana toko online yang terpercaya berdasarkan pengalaman rekan atau kerabat Anda ketika berbelanja online sebelumnya.

9. Menghindari Penipuan Kartu Kredit

Waspadai Penipuan yang Mengincar Kartu Kredit
Waspadai Penipuan yang Mengincar Kartu Kredit via wordpress.com 
  • Berhati-Hati Terhadap Setiap Email yang Masuk
    Pelaku penipuan yang mengincar data-data kartu kredit Anda biasanya akan menggunakan email sebagai sarana untuk menjalankan aksinya. Oleh karena itu, bila ada sebuah email di inbox Anda dan meminta data-data rekening atau kartu kredit, maka sebaiknya Anda mengabaikannya karena kemungkinan besar hal tersebut adalah ulah si penipu.

    Jika Anda menggunakan Gmail, biasanya ketika ada email yang mencurigakan dan banyak ditandai orang sebagai modus penipuan, akan masuk ke spam box. Jika Anda mendapatkan hal seperti ini sebaiknya dipelajari dan saling berbagi dengan netizen lain agar tidak mudah tertipu dengan modus yang sama.
  • Berhati-Hati Ketika Melakukan Sebuah Pendaftaran ke Suatu WebsiteSah-sah saja jika Anda berniat untuk melakukan registrasi pada sebuah website untuk melakukan pendaftaran. Namun apabila ketika melakukan proses pendaftaran website tersebut meminta Anda untuk memasukkan data sensitif terkait rekening atau kartu kredit Anda maka segera batalkan pendaftaran tersebut.

    Hal ini karena ketika Anda memasukkan data-data sensitif tersebut, maka kemungkinan besar akan ada pihak-pihak yang bisa mengakses rekening atau kartu kredit Anda dan bisa jadi saldo Anda akan habis terkuras tanpa sisa.
  • Tanyakan Identitas Asli si Penjual
  • Meskipun cara ini tergolong tidak sopan, tapi dengan begini bisa lebih meningkatkan rasa percaya kita kepada si penjual bahwa barang yang akan kita beli adalah benar dan asli bukan penipuan. Bicara secara langsung di whatsapp mungkin mudah dan menyenangkan, tapi perlu diketahui bahwa bisa saja orang yang sedang ajak chat menggunakan identitas asli, untuk mengatasinya anda bisa langsung video call saja.

10. Tingkatkan Terus Kewaspadaan Anda


Pengguna internet di negara kita semakin hari semakin bertambah banyak jumlahnya. Kebanyakan para netizen ini tidak hanya sekedar untuk mendapatkan sebuah informasi namun juga untuk berbelanja secara online. Hal ini bisa berdampak pada meningkatnya risiko penipuan secara online sehingga kita harus senantiasa waspada. Bagi para oknum penipuan tentu  akan terus berusaha untuk mengembangkan modus penipuan online ini dan oleh karena itu ada baiknya Anda menerapkan semua tips diatas ketika berbelanja online untuk menghindari segala bentuk penipuan yang tentu saja bisa merugikan Anda.
11. Tanyakan Identitas Asli si Penjual

Meskipun cara ini tergolong tidak sopan, tapi dengan begini bisa lebih meningkatkan rasa percaya kita kepada si penjual bahwa barang yang akan kita beli adalah benar dan asli bukan penipuan. Bicara secara langsung di whatsapp mungkin mudah dan menyenangkan, tapi perlu diketahui bahwa bisa saja orang yang sedang ajak chat menggunakan identitas asli, untuk mengatasinya anda bisa langsung video call saja.
 Demikian tips-tips mewaspadai penipuan berkedok online, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar